Bukan hanya anda, anda dan anda saja yg bijak (Karena Kami Memakai Otak)

Diposting oleh Ginanjar Sumantri , Kamis, 31 Mei 2012 23.00


Hal yang paling sulit dari banjir informasi di abad informasi, adalah menyaringnya…
Kemampuan yang paling hebat, dan juga paling mengerikan dari para filsuf, sastrawan, dan penulis amatiran (seperti saya), adalah merangkai kata-kata. Kemampuan persuasi, yang bisa membuat hal-hal yang sebenarnya koplak, terlihat bijak. Suatu hal-hal yang jelas salah pun, akan bisa terlihat luar biasa benar, luar biasa masuk akal, lengkap dengan argumen yang indah dan berbunga-bunga, yang kedengarannya muncul dari seorang bijak berjanggut yang sedang bersemedi di bawah pohon, lengkap dengan kicauan burung di latar belakang.

Kata-kata bijak berikut ini, saat pertama anda membacanya, anda mungkin akan manggut-manggut setuju, hati anda tersentuh, bahkan mata anda akan berkaca-kaca sambil menghela napas panjang sambil membatin: 'iya juga yaa..' Benarkah itu bijak? Yuk kita kritisi..

I'm Lost

Diposting oleh Ginanjar Sumantri , Jumat, 13 April 2012 10.34

Gw sedang kehilangan diri gw.. Gw makin abu2..

Bob dan Ben

Diposting oleh Ginanjar Sumantri , Senin, 12 Maret 2012 22.20



Hey apa kabar kanvas kosongku? lama sekali rasanya aku tak menapaki tiap line punggungmu dengan kata2 yang melankolis. Maaf tapi aku memang sibuk diluar sana, tentang pekerjaan yang tak ada habisnya, tentang kesendirian yang mulai ku temui titik jenuh.
Sudahlah saat ini aku sedang tidak ingin memenuhi putihmu dengan coretan2 kesepianku.

Baiklah.. Aku ingin bercerita tentang sesuatu yang tiap kali dijalan selalu membuat badai dalam fikiranku..

Suatu ketika ada dua orang sahabat Bob dan Ben sedang dalam perjalanan jauh untuk mencari apa itu arti hidup. Dalam perjalanannya mereka bertahan hidup dengan apa yang mereka dapati diperjalanan.
Ketika itu mereka tengah melewati suatu lembah, lembah yang dipenuhi oleh buah2 segar. Dahan2 yang rendah membuat buah2 yang menggantung ranum mudah dipetik, menggiurkan selera dua manusia tersebut untuk segera memetiknya. Bob yang sangat kegirangan langsung bergegas memetik buah2an yang ada diLembah tersebut. Begitu cepat dan cekatannya ia memetik dan mengumpulkannya ke dalam tas karung miliknya, karena didepan sana masih banyak pepohonan dengan buah2 yang ranum menunggu untuk ia petik. Terus ia pacu langkahnya dan mengumpulkan semua buah2 yang ia lihat dilembah itu, Sampai pada akhirnya ia tiba diujung lembah tersebut. Diujung lembah ia bertemu dengan seseorang lalu bertanya padanya.
"Halo, kau terlihat kelelahan? Ceritakan bagaimana bisa kau begitu terpogoh2 keluar dari lembah yang dipenuhi oleh buah2 tersebut"
Bob terdiam.. Orang tersebut bertanya kembali.
"Apa kau melihat buah berry disana? banyak orang yang mengatakan bahwa buah berry diLembah tersebut sangatlah lezat. Tetapi aku menyukai anggur2nya, tidak ada biji ketika ku gigit"
Bob yang sedang mengatur nafasnya hanya terdiam, berfikir lalu berkata.
"Aku terlalu sibuk mengumpulkan buah2 kedalam karungku dan lupa menikmati buah2 yang ku petik"

Tak lama kemudian Ben dengan santainya berjalan dan keluar dari lembah tersebut.
"Hai bob, kau berjalan cepat sekali, aku memanggilmu tapi kau malah berlari meninggalkanku dibelakangmu"
"Kenapa kau memanggilku Ben?". Tanya Bob
"Aku ingin mengajakmu makan buah berry yang lezat sekali, Dan menikmati pemandangan Indah lembah yang jarang kita temui sepanjang perjalanan kita". Jawab ben dengan mata berbinar
"Lalu ketika aku puas menikmati pemandangan, aku bertemu dengan seorang kakek2 yang kelelahan, dan ingin meminum air buah kelapa, aku iba lalu mengambilkan beberapa buah kelapa yang tinggi pohonnya dan memberikannya. lalu aku berbagi buah2n dari tas ku untuk kakek2 itu". bercerita Ben panjang lebar
"Kami menikmati buah kelapa dan buah2n yang lain sambil bercerita tentang hal2 yang menyenangkan". Lanjut Ben
Bob lagi2 terdiam. Mendengarkan Cerita dari Ben ia menyadari sesuatu. bahwa dy telah melewatkan hal2 indah yang ada dilembah tersebut. Ia terlalu sibuk mengumpulkan buah2 itu.
Bahkan ia sampai lupa untuk menikmati buah2 yang ia petik dan hanya mengumpulkannya didalam tas karungnya.

Diakhir perjalanan di lembah tersebut Bob menyadari sesuatu. Setengah berguman ia berkata "Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak buah yang aku kumpulkan, tapi tentang bagaimana aku menikmati berbahagia dan tidak lupa berbagi".
Lalu dalam desiran hatinya ia berkata "Waktu tak bisa diputar".

Perjalanan dilembah sudah berlalu, dan keduanya melanjutkan perjalanan mereka dengan tas karung yg tersisi penuh dan dengan pengalaman yang berbuah ranum.. :)

#End

Thanks Kanvasku..
Sebenernya ini bukan pyur ceritaku, aku mengadopsi cerita pendek yang maknanya juga sama.
Nikmatilah hidup, Syukurilah, Berbagilah.. Maka kebahagiaan dan kepuasan hakiki Kita Dapatkan.

"Temukan Kebahagiaan dengan Berbagi" :)

Biola Hitam

Diposting oleh Ginanjar Sumantri , Kamis, 26 Januari 2012 23.30



Jakarta, Sabtu Malam Minggu Kelabu

"Sebelum lo semua baca postingna gw yg satu ini, gw mau minta maaf dulu kalau ada bahasa2 yang vulgar. Kalau yg merasa jijik langsung close aja, tapi gw usahain ngepost sesopan mungkin. Enjoy it."


# Dedikasi tinggi untuk para kupu - kupu malam.


# Masjid Stasiun Kota #


Tuuutttt..
Tuuutttt..
Gw : Halo bah, gw dah di kota nih. Lo dimana?
Abah : Gw masih di Gambir jar, ni lagi nunggu kereta lo tunggu aja yah!
Gw : Oh ydh gw sholat magrib dulu deh, lo sholat dulu ge..
Abah : Oh ydh, nntilah gampang.
Gw : ydh nanti kabarin gw klw dah nyampe kota.
Abah : Sip2


Hari ini gw janjian di Kota tua sama abah, temen kanpus gw. Sebenarnya namanya Himawan Sutanto cuman berhubung mukanya Boros gw dengan suka rela memanggilnya Abah.. hehehehehe
Aaahhh melelahkannya meeting hari ini sama klien, beberapa hal masih mentok diFikiran gw.
Sholat dulu deh biar enakan.


Duduk bersila ditengah kemegahan Rumah Alloh, sangat menenangkan, setidaknya pelarian dari masalah2 yang belakangan gw hadapi.
Lari dari masalah hati, Lari dari krisis kepercayaan. Sesaat begitu tenang diDalam. Jenuh dengan hinggar bingar keramaian kota.
Ah sudahlah memang saat ini gw lagi butuh pegangan yg masih semu gw temui.
Pertanyaaannya bukan dimana, tapi Siapa..


Keluar mesjid dengan perasaan agak lapang. Tuju Stasiun Kota yang terlihat kelelahan dan sangat tua malam itu. Ramainya diDalam. gw cuma celingak celinguk mencari wajah yg lekat banget gw cap sebagai teman baik. Nihil, 'ni orang blm sampe juga'.
Gw cari Hp dikantong celana.
*Sms : "Bah gw dah di Stasiun nih, lo dah nyampe mana? gw tunggu di depan AW yah"
*Send
*Delivered


Cari tempat pewe buat duduk.
Lalu lalang orang sibuk dengan keperluannya masing2..
Ramai, tapi gw merasa sepi. Sh*t gw lagi males buat galau.


20 menit berlalu, ni "orang tua" blm juga muncul juga.
Ah iseng gw liatin aja cewe2 yang lewat, Cakep2 juga.. hahahahaha *Gw Normal Sob*


"Doorrr"
Gw : Aakkhh lama lo.
Abah : hahahahaha tau dah lama gw nunggu keretanya.
Gw : Ahh Alibi, kemana nih?
Abah : Cari tempat aja buat asik Ngobrol.
Gw : Ydh yuk jalan dah, eh tapi kita muter bah tu tengah2 lagi diTutup, ada SBY katanya mah. swt dah rempong bgt tadi gw parkir juga dibelakang terus muter kemari.
Abah : hahahaa yadh. jalan yuk.
Gw : ayolah..


Gw dan abah jalan ngiterin kawasan Kota tua. banyak anak2 muda lagi pada 'Bokinan'. 'Lha emang lo dah tua jar?'.
Beberapa ada yang gak tau tempat mesra2 ditempat umum banyak orang gini. 'Ngomong aja lo Sirik jar hihihi'.
Dan yang paling gw heran Cewe jaman sekarang tuh kebal2, kebal nyamuk, kebal udara dingin malam dan Mukanya kebal eh maksud gw Tebal. Gimana enggak, Liat aja Pakaian mereka, Semalam ini pakai "You Can See" Ketek gw. Terus celana Hot Pants yang pendeknya hampir nyaingin Celana Dalem. Dan yang lebih parahnya lagi, mereka ga nyadar muka, Ok lah klw Cakep, Lha ini Buntelan Kasur nenek gw juga masih lebih rapih. Kakinya juga banyak 'Baut'nya gitu.
Aaahhh Kenapa perempuan2 ini gak bisa menghargai diri mereka sendiri sih?
Ok itu hak masing2, cuma yang mau gw sampaikan disini "Heloooo kalian tau tempat gak sih?? Kalian Nyadar budaya gak sih??" Stop.. Cukup unek2nya.


Udah muter2 akhirnya dapet tempat duduk yang lumayan pas.
Pas soalnya bisa beli Kerak Telor.
Pas soalnya deket tukang es.
Hehehehe
Ok 1 Piring Kerak Telor dan 2 Botol Es Sosro nemenin gw dan Abah.
Obrolan2 Ringan dari masalah kerjaan ampe Percintaan, Tapi yang paling Dominasi yaaa percintaan. Kita lagi sama2 Galau. #Tssaaaaahh
Gw : Gw heran bah, kadang gw terlalu peka, klw diBilang Cowo itu berfikir pakai Logika kenapa gw malah perasaan yang lebih dominasi? Klw Kita berkorban itu dengan niat yang baik apa bakalan terbalas yang baik juga bah? Meskipun bukan sesuatu yang elo inginkan, tapi itu baik.
Abah : Tiap Orang kan beda2 jar. Elo ya diri elo tiap orang punya keadaan mereka masing2. Gak gitu jar udah selow aja niat lo baik kan? ydh Wols aja.
Gw : Jawaban lo terlalu general, gw butuh yang mendetail..!!
Abah : hahahaha gw cuma bisa ngomong gitu.
Gw : aaahhh elo mah ngobrol juga sambil maenin BB sih.
Tetap berlanjut obrolan yang makin malem makin gak jelas.


Pukul 08.39 Akhirnya kita capek duduk, Jalan2 lagi..
Komentar2 lagi apa yg diliat.
Akhirnya Nyasar.. hahahaha Salah masuk gang..
Dan berakhir jalan2 berdua sama orang tua itu.


Gw : Ydh misah nih kita, dah malem, nnti kemaleman lagi lo nyampe Bogor.
Abah : Iya gw balik yak, ydh hati2 lo jar.
Gw : Ship, lo juga ati2..


Berakhir..
Gw gak langsung balik malem itu, kesepian masih gw rasain dan gw malas buat balik rumah awal waktu malam ini. Masih disekitar kota gw telusuri. Bermacam2 orang, Pengamen, Tukang Jualan, Pengemis dan.. Jablay.. 


Lelah gw jalan gw duduk diTrotoar dekat Kantor Pos.
sambil ngeliatin anak2 Skate main Skate Board.. 'Jago bener nih org2'.
Tiba2..
"Punya Korek mas?"
Gw : Oh ada mba.. *Kaget gw
Nyalain Korek dan Bakar Rokok "Makasih yah"
Gw : Ship sama2 mba
Gw kira ni cewe bakalan pergi lagi eh malah duduk samping gw, gw istigfar aja takut dHipnotis periksa dompet, periksa hp.. Ada.. Aman.. hehehehe
"Sendirian aja mas?"
Gw : Eh iya mba tadi abis ketemu temen *Masih ngatur sikap gw* 'Ok ni cewe cakep dan menor dan juga bajunya agak berlebihan ketatnya'.
"Mau gw temenin gak?"
'Oh Sh*t gw bukan cowo2 yang doyan 'jajan'. lagi pula gak ada maksud mau beramah tamah sma elo mba' *Istigfar2
Gw : hehehehe boleh aja mba, lha mba lagi maen yah dSini? sendirian mba?
"Enggak kq tadi gw ama temen gw, cuman dah dibawa sama 'mangsanya'.
*Degghhh!!! 'Beneran Jablay'
Gw : Hahahaahahha Mangsanya kayak apaan aja mba?
"Hahahahaha Eh nama gw Tari" Sambil ngulurin tangan dengan gaya genit
Gw menyalami.. "Ardi" 'Ini adalah nama yang sering gw pakai klw ada cewe yang ngajak kenalan duluan. hahahaha'
Tari : Lo kenapa? Gugup amat sih? nyantai aja gw gak akan gigit kq.. hehehehe *gaya Centil*
Gw : hahahahaha Biasa aja.. Nah elo lagi nunggu siapa mba? Mangsa juga hahahahaha
Tari : hahahahahahaha Enggak kok, gw lagi males malem ini nyari mangsa. Lo gak takut kan gw duduk dSebelah lo?
Gw : Lha takut kenapa?
Tari : Takut Soalnya gw Cantik.. hahahahaha
Gw : Bhuahahaa ada2 aja lo mba.
Tari : Gak jalan ama Cewe lo 
#Jlebbs
Gw : hehehehe gw Jomlo mba..
Tari : Bohong lo, Cowo ganteng suka bohong klw ditanya udah punya cewe atau belum sama cewe cantik.
Gw : hahahahaha Ada2 aja lo mba, iya gw baru pegat ama cewe gw, eh dah lama sih tapi kaya yg baru kemaren. hahaha
Tari : Lagi butuh temen curhat lo yah?
Gw : Hahahaahahha udah curhat sih gw ama temen gw tadi, tapi dy cowo gw juga pengen denger dari sisi cewe.
Tari : Ok gw dengerin.. :)
Yaaapp Sesi Curhat yang panjang pun dimulai. hehehehe
Cukup dewasa emang ni orang, seenggaknya gw bisa menilai dari pemilihan kata2nya.
Sampai tau2..
Tari : Gw juga jenuh ama hidup gw. Sebenernya gw gak pernah mau jadi kaya gini, Jadi Perempuan malam *Sambil mengutipkan jari2nya*
Gw terperanjat, dari awal gw gak pernah mau nyinggung tentang pekerjaan doi, tapi gw agak lega dgn kejujurannya, seenggaknya gw gak pusing buat ngorek niat sebenernya dy kemari.
Gw : Hmm gw yakin lo punya alasan mba, :) Tiap Orang punya alasan dari tiap keputusannya, sama kaya cewe gw itu dy pasti punya alasan knpa mutusin gw. Emang lo biasa diSini mba?
Tari : Iya kadang gw suka diJembatan lima atau tiga sih.
Gw : Lo klw ngelayanin kaya gitu diHotel2 mba? *Menjurus*
Tari : Tergantung, klw Cowonya yg modalin sih iya tapi banyak juga yang maunya ditempat gw, kdg2 diMobil malah.
Gw : bah..
Tari : Gw paling gak suka klw pada 'Main'nya kasar. suka keroyokan lagi, jemput gwnya sih sendiri tau2 diJalan Temen2 tu cowo2 brengsek masuk ke Mobil. 'Make' gw rame2.
*Gw cuma membatin*
Gw : Lo suka mba kayak2 gitu?
Tari : Jujur Sih awalnya gw nyeseeeeell banget, tapi g tau sejak kapan gw mulai lupa. dan ini nagih. gw mau berhenti, tapi mau makan apa nnti gw? ade2 gw mau gw kasih apa?
Gw : Oh lo puya ade mba?
Tari : iya masih sekolah. Dy sih g tau gw kerjanya apa. hehehehe :) *Tersenyum Pahit*
Gw : Emang lo sehari dapet berapa mba?
Tari : Beda2 tarif, Klw ampe 'Maen' 1 - 1,5 juta. itu cuma maennya aja lho klw mau diHotel ya biarin dy yg fikirin biayanya, Ada juga yg 800 ribu itu gw korting klw misalnya gw'y juga 'Kebelet' pengen. atau ada yang cuma pengen di'Oral' aja, tu paling 300 ribu. tapi segitu gw cuman kebagian 50 - 200 ribu doank.
Gw : Lha kq? Sisanya?
Tari : Sisanya diAmbil 'Germo' gw.. kadang transaksi ke gw langsung tapi kebanyakan lewat 'Germo' gw dulu.
Gw : Wah enak bgt germo lo? gak kerja apa2 dapet banyak?
Tari : Justru Klw sepi germo gw yg nyariin mangsa.
Gw cuma membatin,, Sangat dalam.. ngilu, pedih.
Terlalu panjang klw gw jabarin semua percakapan gw dengan mba tari ini..


Sentimentil gw bangkit.
Ini Real, benar2 real..
Barusan gw diAjak ke Dunia yang paling pekat dari yang gw tau. Tapi ini lebih pekat dari yg gw perkirain.
Sial.. Gw selalu mikir terlalu klasik rasanya klw mereka gak bisa keluar dari dunia itu, atau mendengar diFilm2 alasan yang sama, biaya kehidupan dan tanggung jawab seorang kakak.
Dan barusan gw diajak dalam kehidupan yang seReal2nya.. Sehitam2nya..
Masihkah gw pantas buat mengeluh dengan hidup yg senyaman ini?
Masalah gw ternyata setitik doank hitam dari putih yang mengelilingi gw.
Pekerjaan mereka emang rendah, tapi layak diapresiasi sendiri..
Kita menghujat karena kita tidak mengetahui jeratan yg mencengkram kuat dari seorang perempuan malang ini.
Kelam dari jauh gw perhatikan lagi jalan gemulai dari mba Tari.
Saat perpisahan tadi sekilas gw tangkap embun bening keluar dimatanya, saat dy ceritakan bahwa Ayahnya sendiri yang menjualnya..


#Selesai



Begini caraku melihat keindahan

Diposting oleh Ginanjar Sumantri 21.08




Kau punya sejuta misteri yang sulit ku pecahkan lewat senyummu..
Lengkungan itu menawanku,
Cengkram kuat dibawah alam sadar..

Begini caraku melihat keindahan..
Diam2 merekam bahasa tubuh.
Mengagumi sejenak tiap tuturmu lembut.
Kepribadianmu menggilaiku.

Ku namakan engkau "Tak Berjudul"

Diposting oleh Ginanjar Sumantri , Selasa, 17 Januari 2012 22.43

Kadang gw ngerasa ada yang salah saat gw ngejalanin peran gw dalam sinetron hidup gw..
Gw ngerasa egois saat gw sadar gw cuma berpura2 baik2 aja, berpura2 tegar, bijaksana. dalam hati agak mendendam.
apa bagusnya pencitraan?
Bagus menurut gw..
gw cuma takut gak punya teman, atau orang yg gak peduli bahkan peka dengan apa yg gw rasain.
Satu sisi gw marah, satu sisi lagi membijak?
mana yg benar?
berpura2 menahan amarah atau jujur pada perasaan?